Bogor, MAHATVA.ID – Rencana pembangunan Jalan Raya Lingkar Leuwiliang–Rancabungur kini memasuki tahapan akhir menuju pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di kawasan barat Kabupaten Bogor, khususnya di jalur Jalan Raya Dramaga.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengungkapkan bahwa saat ini proses pembangunan tengah menunggu Surat Keputusan (SK) penugasan Pelaksana Pembebasan Tanah (P2T).
“Sekarang sedang menunggu SK penugasan tim P2T, arahan dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat kepada Kantor BPN Kabupaten Bogor. Setelah SK itu terbit, maka akan masuk tahap pembayaran pembebasan lahan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurut Jaro Ade, total lahan yang akan dibebaskan mencapai sekitar 40 hektare dengan jumlah 852 bidang tanah. Namun, terkait besaran anggaran, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah seiring adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Proyek strategis ini direncanakan memiliki panjang sekitar 12 kilometer dengan lebar jalan mencapai 25 meter. Meski demikian, penyesuaian trase masih dimungkinkan apabila ditemukan kendala di lapangan, seperti keberadaan makam atau kondisi geografis tertentu.
“Kalau pun ada pergeseran trase, itu bisa disesuaikan. Jalan ini memang sudah sangat dinantikan masyarakat untuk mengurai kemacetan di wilayah Bogor Barat,” jelasnya.
Selain menjabat sebagai Wakil Bupati, Jaro Ade juga merupakan Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan proyek strategis Pemkab Bogor. Ia menambahkan bahwa proyek jalan lingkar ini akan melintasi sejumlah desa, di antaranya Ciampea, Ciaruteun Ilir, Cijujung, Karekhel, Cibeber I, serta Leuwiliang.
Meski belum dapat memastikan waktu pasti dimulainya pembangunan, Pemkab Bogor menargetkan proyek ini dapat rampung paling lambat tahun depan, tergantung pada kondisi fiskal daerah.
“Insyallah pembangunan jalan ini bisa tuntas paling lambat tahun depan, kita lihat juga kondisi keuangan daerah,” tandasnya.
Pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang–Rancabungur diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor Barat.