Saumlaki, MAHATVA.ID -Dinamika panas sempat mengguncang forum, namun berujung pada satu keputusan bulat. Maria Gosan, SE resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Aula Hotel Galaxi, Senin (27/4/2026).
Proses penetapan tidak berjalan mulus sejak awal. Forum Musda bahkan sempat diskors menyusul ketegangan internal yang mengemuka, memaksa pimpinan sidang membuka ruang mediasi demi menjaga marwah partai berlambang beringin tersebut.
Dalam perkembangan krusial, Fransiskus Ongen Rangkore menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kontestasi.
“Saya menghormati pimpinan DPD provinsi yang hadir, dan demi menjaga kebersamaan serta semangat para pendiri dan yang didirikan dalam organisasi ini, saya bersepakat agar Musda tetap dilanjutkan, meskipun sebelumnya sempat terjadi dinamika yang cukup keras dalam forum,” ujarnya Fransiskus Ongen Rangkore.
Langkah itu menjadi titik balik yang meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan bersama.
Keputusan aklamasi pun akhirnya diketuk. Forum menetapkan Maria Gosan sebagai ketua terpilih dengan dukungan penuh peserta Musda, menandai berakhirnya dinamika internal yang sempat memanas.
“Aklamasi ini mencerminkan konsolidasi kuat dan dukungan solid dari seluruh kader serta struktur partai terhadap kepemimpinan Maria Gosan,” demikian pernyataan resmi forum.
Penetapan ini tidak sekadar pergantian kepemimpinan. Ia menjadi sinyal bahwa Golkar Tanimbar tengah melakukan konsolidasi internal secara serius untuk menjaga stabilitas organisasi di tengah dinamika politik daerah yang semakin kompetitif.
Di bawah kepemimpinan baru, partai diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, menata kekuatan hingga ke tingkat akar rumput, serta memperluas basis dukungan politik masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.
“Di bawah kepemimpinan Maria Gosan, Partai Golkar diharapkan mampu meningkatkan soliditas internal, memperluas basis dukungan, serta memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah,” lanjut pernyataan forum.
Musda VI ini sekaligus menjadi momentum awal konsolidasi menyeluruh. Fokus diarahkan pada penguatan struktur partai hingga level terbawah sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik ke depan.
Dengan berakhirnya Musda yang sempat bergejolak namun ditutup dengan aklamasi, Golkar Tanimbar kini memasuki babak baru dan era yang akan menguji sejauh mana soliditas yang dibangun mampu diterjemahkan menjadi kekuatan politik nyata di tengah masyarakat.