berita

Kalapas Sentul Luncurkan Program Ternak Ayam Petelur, WBP Dibekali Keterampilan Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 | 22:41 WIB
Kalapas Sentul Luncurkan Program Ternak Ayam Petelur, WBP Dibekali Keterampilan Ekonomi

Bogor, MAHATVA.ID – Kepala Lapas Khusus Kelas IIB Sentul yang baru menjabat, Indra Sukma, langsung menghadirkan inovasi pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program beternak ayam petelur, Jumat (24/4/2026).

Program ini menjadi langkah cepat dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para warga binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam pelaksanaannya, program melibatkan WBP bersama petugas pemasyarakatan. Mereka mendapatkan pelatihan mulai dari perawatan ayam, pengelolaan kandang, manajemen pakan, hingga pengolahan hasil produksi telur.

Indra Sukma menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi warga binaan.

“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk nyata pembinaan kemandirian. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ternak ayam petelur memiliki potensi jangka panjang, baik untuk kebutuhan internal lapas maupun pengembangan ekonomi.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan internal lapas, kami juga membuka peluang agar hasil dari kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Ini bagian dari upaya kami mendorong warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” tambahnya.

Para WBP pun menyambut positif program tersebut. Salah satu peserta, Abdullah, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat untuk masa depan.

“Ini sangat bermanfaat. Kami jadi punya ilmu yang bisa dipakai nanti setelah keluar,” ungkapnya.

Melalui inovasi ini, Lapas Khusus Kelas IIB Sentul menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai terobosan pembinaan lainnya yang akan terus dikembangkan ke depan.

Terkini