Bogor, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan arah pembangunan wilayah Bogor Barat akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan peran desa, serta pengembangan pusat-pusat ekonomi baru sebagai strategi jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Rudy saat menerima perwakilan kepala desa se-Bogor Barat di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (23/4/2026). Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, ia menyebut kawasan Bogor Barat menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Dalam dua tahun ke depan, Bogor Barat harus mengalami perubahan signifikan. Kita kejar, terutama dari sisi infrastruktur,” tegasnya.
Rudy mengungkapkan, sejumlah proyek infrastruktur mulai berjalan, mulai dari perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah Parung Panjang, Rumpin, hingga akses penghubung ke arah Sukabumi melalui Jalan Nirmala.
Selain itu, penanganan titik longsor, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan turap juga terus dipercepat. Upaya ini turut didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di sisi lain, Rudy menekankan pentingnya penguatan desa sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan alokasi dana desa hingga Rp1,5 miliar, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya sesuai kebutuhan prioritas masyarakat.
Berbagai program strategis juga diluncurkan, seperti program minimal satu sarjana per desa, digitalisasi data desa yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, serta penyederhanaan regulasi bantuan keuangan desa.
“Desa harus menjadi ujung tombak pembangunan. Kita ingin kebijakan di kabupaten benar-benar terasa hingga ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Pemkab Bogor juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah barat dan timur.
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pembangunan kawasan pusat layanan terpadu (KPTM) sebagai cikal bakal pusat pemerintahan baru di wilayah tersebut.
Sejumlah proyek strategis juga diarahkan ke wilayah barat, di antaranya pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Cibungbulang, pengembangan kawasan olahraga berskala besar di Rancabungur, serta rencana perpanjangan jalur KRL hingga Jasinga guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rudy menegaskan, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Saya kerjakan yang besar-besar, sementara implementasinya di lapangan ada di desa. Maka kekompakan dan sinergi menjadi kunci,” tegasnya.
Dengan tiga fokus utama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.