JAKARTA, MAHATVA.ID – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan capaian produksi dari sumur pengembangan TMB-028 yang dikelola PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4).
Sumur tersebut sebelumnya merupakan lokasi pengeboran Tanjung Miring Barat TMB-PG5 yang mulai ditajak pada 25 Maret 2026. Hingga 20 April 2026, sumur berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 304 barel minyak per hari (BOPD).
Produksi sumur ini dihasilkan melalui metode pengangkatan buatan menggunakan pompa listrik Electric Submersible Pump (ESP) dengan sistem open flow. Sumber produksi berasal dari lapisan yang ada TAF-K1 di Struktur Tanjung Miring Barat Field Limau, yang berada di wilayah tenggara Prabumulih, Sumatera Selatan.
Dalam pelaksanaan operasinya, sumur TMB-028 mencatat total jam kerja aman sebesar 34.188 jam sejak awal pengeboran, dengan tetap mengedepankan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE) serta keunggulan operasional.
Sumur ini dibor secara terarah menggunakan rig PDSI ##01.2/N80B-M hingga mencapai kedalaman akhir 1.660 meter terukur kedalaman (mMD) atau 1.625,68 meter kedalaman vertikal sebenarnya (mTVD). Proses pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, yakni selama 23 hari.
Capaian ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi migas nasional serta optimalisasi potensi lapangan yang ada di wilayah Sumatera Selatan.