berita

AHY: Perluasan Jaringan Kereta Api Tekan Emisi Karbon, Butuh Investasi Rp1.200 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 15:06 WIB
AHY: Perluasan Jaringan Kereta Api Tekan Emisi Karbon, Butuh Investasi Rp1.200 Triliun

JAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa perluasan jaringan kereta api nasional dapat menjadi solusi efektif dalam menekan emisi karbon sektor transportasi darat.

Hal tersebut disampaikan AHY usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Rabu (22/4/2026).

“Dari sektor transportasi, subsektor transportasi darat yang didominasi kendaraan pribadi dan bermotor berkontribusi 89 persen terhadap emisi karbon. Sedangkan kereta itu kurang dari satu persen,” ujar AHY.

Menurutnya, peralihan ke moda transportasi kereta api tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga mampu mengurangi beban infrastruktur jalan raya serta menekan biaya logistik di berbagai wilayah.

Namun demikian, AHY mengungkapkan adanya tantangan berupa fenomena under investment atau minimnya alokasi investasi di sektor perkeretaapian dibandingkan pembangunan jalan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 14.000 kilometer pada tahun 2045. Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp1.200 triliun.

AHY menyebut sumber pendanaan akan berasal dari kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta skema pembiayaan kreatif yang melibatkan berbagai pihak.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong transportasi berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan efisiensi sistem logistik nasional.

Terkini