berita

SKK Migas Klaim Penertiban Ilegal Drilling Berbuah Positif, Stok LPG 3 Kg dan Pertalite Melimpah

Rabu, 22 April 2026 | 00:11 WIB
SKK Migas Klaim Penertiban Ilegal Drilling Berbuah Positif, Stok LPG 3 Kg dan Pertalite Melimpah

Jakarta, MAHATVA.ID – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan upaya pemberantasan praktik ilegal di sektor energi menunjukkan hasil positif. Penindakan terhadap ilegal drilling, ilegal tapping, serta penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi dinilai berdampak pada ketersediaan energi di masyarakat.

Menurut Djoko, langkah tegas pemerintah dalam menertibkan praktik-praktik ilegal tersebut berhasil meningkatkan distribusi energi bersubsidi secara lebih tepat sasaran.

“Kita babat habis ilegal drilling, ilegal tapping, serta penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Hasilnya, alhamdulillah LPG 3 kilogram kini tersedia luas di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa stok bahan bakar jenis Pertalite saat ini mengalami surplus signifikan. Bahkan, menurutnya, terdapat kelebihan stok hingga 900.000 kiloliter (KL) di masyarakat.

Selain itu, Djoko menilai meningkatnya kesadaran masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik atau Electric Vehicle turut berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

“Alhamdulillah sudah banyak masyarakat sadar menggunakan EV, sehingga turut mendukung efisiensi energi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa kondisi tersebut mendorong peningkatan ketahanan energi Indonesia hingga menempati peringkat kedua di dunia.

Meski demikian, sejumlah pengamat energi menilai klaim tersebut perlu didukung data komprehensif dan indikator global yang terukur, mengingat ketahanan energi mencakup berbagai aspek seperti ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan energi.

Pemerintah sendiri terus mendorong reformasi sektor energi, termasuk pengawasan distribusi subsidi dan percepatan transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan, guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

Terkini