berita

Jepang Waspada Gempa Besar M8,0, Peringatan Dikeluarkan Usai Guncangan M7,7 di Iwate

Selasa, 21 April 2026 | 18:19 WIB
Jepang Waspada Gempa Besar M8,0, Peringatan Dikeluarkan Usai Guncangan M7,7 di Iwate

MAHATVA.ID – Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serius terkait potensi gempa bumi besar berkekuatan magnitudo (M) 8,0 atau lebih, menyusul gempa kuat M7,7 yang mengguncang wilayah utara negara itu pada Senin (20/4/2026).

Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa terjadi di perairan Pasifik lepas pantai Prefektur Iwate pada pukul 16.53 waktu setempat. Getaran terasa hingga Tokyo yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

Dalam pernyataan resminya, otoritas menyebutkan bahwa risiko terjadinya gempa besar susulan kini meningkat dibandingkan kondisi normal.

“Kemungkinan terjadinya gempa bumi besar baru relatif lebih tinggi daripada pada waktu normal,” demikian pernyataan resmi yang dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa peringatan ini bukan prediksi pasti. Warga tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

“Meskipun probabilitasnya rendah, ada kemungkinan gempa bumi besar lainnya terjadi; oleh karena itu, harap tinjau kembali langkah-langkah kesiapan gempa bumi Anda,” lanjut pernyataan tersebut.

Gempa M7,7 itu juga sempat memicu peringatan tsunami. Sekitar 40 menit setelah guncangan, gelombang setinggi 80 cm dilaporkan menghantam pelabuhan Kuji di Iwate. Otoritas sebelumnya memperingatkan potensi gelombang hingga 1 meter di sepanjang pesisir Pasifik timur laut sebelum akhirnya mencabut peringatan pada tengah malam.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang mencatat lebih dari 182.000 warga menerima imbauan evakuasi tidak wajib. Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat terjatuh di wilayah Aomori.

Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa.

“Tidak ada laporan langsung mengenai cedera serius atau kerusakan signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan. Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta warga di wilayah terdampak untuk segera mencari tempat aman jika diperlukan.

“Bagi Anda yang tinggal di daerah yang telah diberi peringatan, mohon evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah Jepang telah membentuk tim manajemen krisis untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan masyarakat dan kondisi infrastruktur.

Sebagai salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia, Jepang berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahun, atau sekitar 18% dari total gempa global.

Halaman:

Terkini