berita

Gencatan Senjata AS–Iran Terancam Berakhir, Donald Trump: “Sangat Tidak Mungkin Diperpanjang”

Selasa, 21 April 2026 | 18:17 WIB
Gencatan Senjata AS–Iran Terancam Berakhir, Donald Trump: “Sangat Tidak Mungkin Diperpanjang”

MAHATVA.ID – Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sejak awal April 2026 terancam tidak diperpanjang. Presiden Donald Trump menyatakan keputusan akhir akan bergantung pada hasil negosiasi terbaru antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan Bloomberg yang dikutip CNN pada Selasa (21/4/2026), Trump mengungkapkan bahwa delegasi AS saat ini telah berangkat ke Pakistan untuk memulai putaran kedua perundingan dengan pihak Iran.

Trump menegaskan bahwa peluang perpanjangan gencatan senjata sangat kecil jika tidak ada kesepakatan konkret yang dicapai dalam perundingan tersebut.

“Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya,” ujar Trump.

Gencatan senjata antara AS dan Iran sendiri mulai berlaku sejak 7 April 2026 dengan durasi dua pekan. Masa berlaku kesepakatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington.

Trump menambahkan bahwa dirinya masih menunggu perkembangan dari hasil negosiasi sebelum mengambil keputusan strategis. Ia juga menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyepakati kesepakatan yang dinilai tidak menguntungkan.

“Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya banyak waktu,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan konflik kembali pecah jika negosiasi gagal, Trump memberikan sinyal tegas. Ia menyebut potensi pertempuran kembali terbuka lebar apabila tidak ada titik temu antara kedua pihak.

“Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu akan memperkirakannya,” tegasnya.

Sikap Trump terkait perpanjangan gencatan senjata sebelumnya juga sempat menuai perhatian. Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan pekan lalu, ia memberikan jawaban yang berbeda-beda saat ditanya soal kemungkinan perpanjangan, menunjukkan dinamika kebijakan yang masih belum pasti.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam kondisi waspada, mengingat kegagalan perundingan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Terkini