Bogor, MAHATVA.ID — Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, bukan sekadar keinginan pimpinan di masing-masing tingkatan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Muscab wilayah Pakuan Raya yang digelar di Bogor. Menurutnya, Muscab merupakan agenda rutin lima tahunan yang menjadi bagian penting dalam dinamika organisasi.
“Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, hingga saat ini Muscab sudah dilaksanakan di 14 daerah. Ada yang melaksanakan secara mandiri, dan ada juga yang dilakukan secara bersamaan seperti di wilayah Pakuan Raya,” ujarnya.
Ia menyebut, pelaksanaan Muscab secara bersama di wilayah Bogor Raya menunjukkan adanya kebersamaan dan soliditas kader. Kehadiran lima daerah, terdiri dari tiga kabupaten dan dua kota, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan integrasi antar kader.
“Saya sangat bersyukur bisa hadir bersama dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan komunikasi tidak hanya di tingkat kabupaten atau kota, tetapi bisa terjalin secara luas dan menyeluruh,” katanya.
Kang Uu menekankan bahwa kebersamaan merupakan kunci utama dalam membesarkan partai. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pembukaan Muscab yang dinilai berlangsung meriah dan penuh semangat.
Lebih lanjut, ia berharap Muscab mampu melahirkan kader-kader baru yang dapat membawa PPP di wilayah Pakuan Raya menjadi lebih baik serta melanjutkan perjuangan para tokoh sebelumnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar program kerja yang dihasilkan dalam Muscab bersifat realistis dan dapat dilaksanakan.
“Jangan terlalu ideal tetapi sulit diwujudkan. Lebih baik program yang sederhana namun bisa direalisasikan dengan baik,” tegasnya.
Sebagai partai berbasis Islam, Uu juga menekankan pentingnya nilai-nilai keislaman dalam setiap program yang disusun kader.
“PPP adalah partai Islam, sehingga program yang dibuat harus tetap bernuansa Islam sebagai bagian dari syiar Islam wal Muslimin, sekaligus memperjuangkan demokrasi, keadilan, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan,” jelasnya.
Terkait target politik ke depan, khususnya menghadapi tahun 2029, ia menilai hal tersebut sangat bergantung pada kepemimpinan yang terpilih. Oleh karena itu, ia meminta seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mulai mempersiapkan diri sejak dini, termasuk dalam menghadapi kontestasi kepala daerah.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan mampu merangkul semua pihak.
“Pemimpin harus mampu berkolaborasi, tidak menggunakan pola ‘belah bambu’, tetapi merangkul semua kelompok, termasuk yang sebelumnya menjadi pesaing,” ujarnya.