Bogor, MAHATVA.ID – Polemik pemekaran wilayah Bogor Timur kembali mencuat setelah rencana lokasi ibu kota yang sebelumnya berada di Jonggol dipindahkan ke Sukamakmur.
Perubahan lokasi tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, khususnya dari wilayah yang memiliki akses lebih dekat ke pusat pemerintahan Kabupaten Bogor saat ini di Cibinong.
Kepala Desa Gunungputri, Damanhuri, menilai lokasi Sukamakmur terlalu jauh untuk dijangkau oleh warganya.
“Bukan menolak, tetapi wilayah Sukamakmur jauh diakses, khususnya oleh warga Desa Gunungputri,” ujarnya.
Menurut Damanhuri, Desa Gunungputri memiliki keunggulan akses yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan di Cibinong, bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit melalui jalur tol.
Dengan kondisi tersebut, pemindahan ibu kota ke Sukamakmur dinilai berpotensi menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama dalam mengakses layanan pemerintahan.
Rencana pemekaran Bogor Timur memang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Selain menyangkut pemerataan pembangunan, penentuan lokasi ibu kota juga menjadi faktor krusial yang berdampak langsung pada efektivitas pelayanan publik.
Sejumlah pihak mendukung pemindahan ke Sukamakmur dengan pertimbangan pemerataan wilayah, namun tidak sedikit pula yang menilai aspek aksesibilitas harus menjadi prioritas utama.