Saumlaki,MAHATVA.ID -Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar memastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan di kantor INPEX Masela Ltd pada Kamis mendatang.
Aksi ini dilakukan sebagai respons atas belum adanya tindak lanjut dari tuntutan yang telah disampaikan pada aksi sebelumnya, Jumat (17/4)
Ketua DPD KNPI Kepulauan Tanimbar, Alex Belay, mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk konsistensi sikap pemuda terhadap isu strategis daerah yang dinilai belum dijawab secara terbuka oleh pihak perusahaan.
"Aksi ini merupakan bentuk komitmen. Apa yang telah disampaikan sebelumnya belum direspons secara konkret, sehingga kami akan terus bergerak hingga tuntutan mendapat kejelasan," ujar Alex.
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah kehadiran langsung Presiden INPEX Masela Ltd di Tanimbar. KNPI menilai dialog terbuka dengan pimpinan perusahaan penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait pengelolaan proyek Blok Masela.
Selain itu, KNPI juga menyoroti sejumlah isu yang dinilai belum transparan, khususnya yang berkaitan dengan dampak proyek terhadap masyarakat lokal. Minimnya informasi yang diterima publik disebut memicu ketidakpastian di kalangan pemuda.
Alex menyebut konsolidasi internal telah dilakukan untuk memperkuat partisipasi massa. Sejumlah elemen kepemudaan di Tanimbar disebut siap bergabung dalam aksi lanjutan tersebut.
“Kami sudah bergerak melakukan konsolidasi. Partisipasi pemuda diperkirakan akan lebih besar dibanding aksi sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan, pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian akan disampaikan paling lambat awal pekan depan sebagai bagian dari prosedur hukum pelaksanaan aksi.
Proyek Blok Masela sebagai bagian dari proyek strategis nasional diharapkan memberi dampak ekonomi bagi daerah. Namun, KNPI menilai komunikasi dan keterbukaan informasi dari pihak perusahaan masih perlu ditingkatkan.
Jika tuntutan ini tidak direspons secara memadai, dinamika antara masyarakat lokal dan pihak pengelola proyek berpotensi terus berkembang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek strategis di daerah.