berita

Dina Lorenza Sebut Film “Kupilih Jalur Langit” Angin Segar Industri Kreatif

Jumat, 17 April 2026 | 17:53 WIB
Dina Lorenza Sebut Film “Kupilih Jalur Langit” Angin Segar Industri Kreatif

Jakarta, MAHATVA.ID – Gelaran gala premiere film Kupilih Jalur Langit menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri perfilman nasional di tahun 2026. Acara yang berlangsung di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (15/4/2026), mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPR RI Komisi VII, Dina Lorenza Audria.

Menurut Dina Lorenza, film produksi MD Pictures bersama Manara Films ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan sosial dan spiritual yang kuat, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

“Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi refleksi realitas kehidupan anak muda masa kini. Kisah Amira yang memilih ‘jalur langit’ di tengah konflik keluarga sangat relevan dan menyentuh,” ujarnya.

-

Film Kupilih Jalur Langit diangkat dari kisah viral di TikTok, yang dinilai sebagai langkah strategis dalam membaca tren pasar. Adaptasi konten digital ke layar lebar menjadi bukti bahwa industri film nasional semakin adaptif terhadap perubahan perilaku audiens.

Dina menilai pendekatan ini menjadi sinyal positif bahwa sineas Indonesia mampu memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan penonton.

Komisi VII DPR RI juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem perfilman melalui pembentukan Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional.

“Film adalah aset strategis ekonomi kreatif dengan rantai nilai yang luas, mulai dari produksi hingga pariwisata. Regulasi harus adaptif dan berpihak pada karya anak bangsa,” tegasnya.

Industri film nasional menunjukkan tren yang menggembirakan. Sepanjang awal tahun 2026, jumlah penonton bioskop di Indonesia mendekati 15 juta tiket, dengan sekitar 50 persen berasal dari film lokal, terutama saat momentum libur Lebaran.

Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap film Indonesia terus meningkat, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Di akhir pernyataannya, Dina Lorenza mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam memajukan industri perfilman Indonesia.

“Film adalah kekuatan ekonomi sekaligus wajah budaya bangsa. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya.

Terkini