berita

Pemkab Bogor Kaji Ulang One Way Puncak, Siapkan Jalur Alternatif hingga Penataan Simpang

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:46 WIB
Pemkab Bogor Kaji Ulang One Way Puncak, Siapkan Jalur Alternatif hingga Penataan Simpang
  • Kawasan Taman Safari

  • Simpang-simpang ini menjadi titik krusial karena mempertemukan arus kendaraan wisata, lokal, serta akses menuju kawasan usaha dan permukiman.

    Penataan tidak hanya mencakup perbaikan fisik jalan, tetapi juga penerapan hasil kajian rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan pemasangan lampu lalu lintas.

    “Pak Bupati menginstruksikan agar penataan beberapa simpang di Jalur Puncak segera dieksekusi tahun ini,” kata Ajat.


    Jalur Alternatif hingga Karya Bakti TNI

    Untuk mengurangi beban kendaraan di jalur utama, Pemkab Bogor juga mendorong pembangunan jalur alternatif baru. Salah satu rencana adalah membuka akses dari Pasir Muncang menuju Sukagalih hingga Citeko.

    Proyek ini direncanakan melalui skema karya bakti TNI guna mempercepat pembangunan.

    Selain itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena sebagian ruas jalan di kawasan Puncak merupakan jalan nasional. Sinergi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dinilai penting untuk efektivitas penanganan.

    Pemkab Bogor juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, baik melalui hibah lahan maupun skema pembiayaan bersama (cost sharing).


    Evaluasi Solusi Lama hingga Wacana Transportasi Modern

    Sejak 1986, sistem one way telah diterapkan sebagai solusi utama kemacetan di Puncak. Kebijakan ganjil genap juga diberlakukan sejak pandemi COVID-19 melalui Permenhub Nomor 84 Tahun 2021.

    Namun, berbagai upaya lain seperti sistem kanalisasi 2-1 oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (2019) dinilai belum efektif.

    Sejumlah wacana transportasi modern juga sempat mencuat, seperti rencana kereta gantung (cable car) yang digagas oleh Sandiaga Uno pada 2022, serta proyek Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) yang dirancang melintasi kawasan Gunung Mas hingga Puncak Pass.

    Selain itu, proyek besar seperti Jalur Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT) terus didorong sebagai solusi jangka panjang, meskipun masih menghadapi kendala pembebasan lahan dan pendanaan.


    Fokus Keselamatan dan Penataan Menyeluruh

    Tak hanya soal kemacetan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik membuat jalur ini rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.

    Pemkab Bogor menegaskan bahwa penataan Jalur Puncak akan dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial.

    “Intinya kita ingin penataan ini tidak parsial, tapi menyeluruh, agar kemacetan bisa ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” tegas Ajat.

    Halaman:

    Terkini