Iran turut mengklaim telah mengirimkan drone ke pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab dan Kuwait, sebagai respons terhadap serangan terhadap wilayahnya.
Sementara itu, Israel juga memperluas operasi militernya hingga ke Beirut, Lebanon, dengan menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya akan terus meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa hari ke depan.
Dampak Global dan Risiko Politik
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas di Iran. Di Amerika Serikat, kekhawatiran publik meningkat seiring lonjakan harga energi yang berdampak pada inflasi.
Situasi ini menjadi tantangan politik bagi Trump menjelang pemilu November, dengan risiko kehilangan kendali atas Kongres jika konflik terus berlarut.
Di Israel, sirene serangan udara terus berbunyi sejak pagi hari, memaksa jutaan warga berlindung di bunker, sementara sistem pertahanan udara bekerja mencegat rudal yang masuk.
Konflik Iran-Israel kini memasuki fase yang semakin kompleks dan berpotensi melibatkan lebih banyak negara. Dunia internasional pun menghadapi kekhawatiran serius akan kemungkinan meluasnya perang ke skala global.