Beliau mengapresiasi keterlibatan aktif semua pihak, terutama para pemuda Lohayong yang tampil di garda terdepan.
"Spirit gotong royong seperti ini harus terus dirawat. Pendidikan Islam akan maju jika madrasah, masyarakat, dan pemerintah bekerja sama dengan baik," tegasnya.
Kepala madrasah juga mengungkapkan visinya menjadikan Lohayong sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kegiatan keagamaan. Selain musholla, pembangunan Taman Literasi juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut.
"Kami ingin menjadikan Lohayong sebagai sentral pendidikan Islam dan literasi. Ini adalah mimpi besar yang membutuhkan kerja sama semua pihak," pungkasnya.
Selain keberhasilan dalam pembangunan, MTs Negeri 3 Flores Timur juga meraih prestasi gemilang sebagai Madrasah Terinovasi Peringkat I. Penghargaan ini diberikan atas penataan fisik madrasah yang baik dan inovasi dalam pembelajaran berbasis P5P2RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin).
Dengan dimulainya pembangunan Musholla Darul Ilmi, MTs Negeri 3 Flores Timur tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga pondasi untuk mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.