“Kami terus mengajak masyarakat untuk menjaga integritas dan menjadikan Sukamakmur sebagai contoh kawasan wisata yang bebas pungli,” tambahnya.
3. Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi ini. Menurut Bakri, masyarakat setempat harus dilibatkan aktif dalam pengelolaan wisata, baik sebagai pemandu wisata, pelaku UMKM, atau tenaga pendukung lainnya.
“Jika masyarakat diberdayakan dengan baik, mereka akan merasa memiliki kawasan wisata ini. Dengan begitu, mereka tidak akan merusaknya dengan praktik pungli,” terang Bakri.
4. Sinergi dengan Stakeholder
Langkah terakhir adalah menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola wisata, dan aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan pengawasan yang lebih baik dan mencegah munculnya celah bagi praktik pungli.
“Kami bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memastikan kawasan wisata di Sukamakmur aman, nyaman, dan bebas pungli. Semua pihak harus saling mendukung demi kemajuan pariwisata kita,” tegas Bakri.
Sukamakmur, Destinasi Wisata Bebas Pungli
Dengan strategi yang terintegrasi ini, Bakri Hasan optimis bahwa Sukamakmur akan menjadi kawasan wisata yang bebas dari pungli dan semakin diminati wisatawan.
“Kami berharap Sukamakmur bisa menjadi role model bagi kecamatan lain dalam menciptakan destinasi wisata yang ramah dan bebas pungli,” tutupnya.