berita

Misteri Kematian Mateus Lambiombir: Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi atau Penyakit Malaria?

Kamis, 30 Januari 2025 | 22:20 WIB
Misteri Kematian Mateus Lambiombir: Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi atau Penyakit Malaria?

"Pukul pakai tangan mana?" Saat Mateus menjawab, "Tangan kanan," oknum polisi langsung memukul rusuk kanan Mateus. Ketika Mateus mencoba menangkis pukulan, serangan terus berlanjut ke arah rusuk kiri dan kanan secara bertubi-tubi.  

Keterangan ini diperkuat oleh pengakuan perangkat desa yang merekam pernyataan saksi. Dalam video tersebut, saksi menyebutkan bahwa ada tiga oknum polisi yang terlibat, dua di antaranya menampar, sementara satu lainnya melakukan pukulan keras ke rusuk Mateus.  

Kepala Desa: Warga Awalnya Mengira Akan Ada Mediasi

Kepala Desa Kelmasa juga turut memberikan kesaksian bahwa awalnya ia mengira kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Kormomolin. Namun, setelah dua warga dijemput, polisi kemudian membawa mereka langsung ke Polres KKT dengan alasan bahwa tidak ada penyidik di Polsek.  

Setelah dua hari, kepala desa datang ke Polres untuk musyawarah bersama KBO. Saat itu, para warga yang diperiksa diberikan kebebasan dengan status wajib lapor. Namun, korban dan rekan-rekannya tidak memberitahukan kepada siapa pun bahwa mereka telah mengalami kekerasan selama pemeriksaan.  

Pengakuan Muncul Setelah Mateus Meninggal Dunia

Tragedi ini semakin mengundang tanda tanya besar setelah Mateus meninggal dunia pada Rabu, 29 Januari 2025, pukul 18.00 WIT di RS Magretti Saumlaki.  

Setelah kematian Mateus, salah satu rekan yang diperiksa bersamanya akhirnya mengungkapkan bahwa mereka telah dipukul oleh oknum polisi selama pemeriksaan. Kesaksian ini membuat pihak keluarga semakin curiga bahwa kematian Mateus bukan sekadar akibat malaria, melainkan akibat kekerasan yang dialaminya.  

Halaman:

Terkini