Sementara itu, Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menegaskan bahwa seluruh proses pembersihan harus diselesaikan sebelum Idulfitri, agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang.
"Di Kecamatan Gunung Putri ada 25 RW yang terdampak banjir, dengan 24 RW terdampak di Desa Bojong Kulur dan 1 RW di Desa Ciangsana. Saat ini, desa lain sudah ditangani lebih baik, tetapi di Bojong Kulur masih banyak lumpur, sampah, dan potongan kayu yang harus dibersihkan. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami optimis bisa diselesaikan," ungkapnya.
Menurutnya, proses pembersihan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk TNI, Polri, BPBD, Damkar, DLH, pemerintah desa, relawan, dan unsur pemerintah kecamatan.
"Kami tidak mau hanya membicarakan anggaran, yang penting sekarang kerja dulu. Insyaallah, dalam 10 hari semua bisa selesai," tegasnya.
Normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas Jadi Solusi Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, Camat Gunung Putri juga menyoroti pentingnya normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir.
"Pak Bupati tadi menegaskan bahwa masalah banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan bantuan sembako. Kita harus mencari solusi menyeluruh, termasuk normalisasi sungai secara terintegrasi. Ini akan menjadi upaya besar ke depannya," katanya.
Ia juga berharap di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, permasalahan banjir di Bojong Kulur, serta penataan Sungai Cileungsi dan Cikeas, bisa segera terselesaikan.