• Singapura terkena tarif dasar 10%, meskipun memiliki surplus perdagangan $2,8 miliar dengan AS.
• Taiwan, dengan surplus perdagangan $73,9 miliar, dikenai tarif 32%, meskipun ekspor semikonduktornya tidak terdampak.
Negosiasi Lebih Penting daripada Retaliasi
Kebijakan tarif AS ini memicu reaksi keras dari negara-negara Asia Tenggara, tetapi sebagian besar memilih jalur diplomasi. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menegaskan bahwa negosiasi harus menjadi prioritas utama agar kebijakan ini tidak merugikan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurut Khac Giang Nguyen, peneliti tamu di ISEAS Yusof Ishak Institute, kebijakan tarif Trump lebih merupakan "taktik negosiasi" daripada kebijakan ekonomi berbasis data.
Dengan dampak luas yang ditimbulkan, langkah selanjutnya bagi negara-negara Asia Tenggara adalah mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS dan mendiversifikasi rantai pasokan global mereka.