Sementara itu, Dr. Frederikus Fios, Ketua Komunitas Katolik Parung Panjang, mengungkapkan rasa syukurnya atas keterlibatan komunitasnya dalam kegiatan ini.
“Ini adalah bentuk kecil dari penghormatan kita kepada para pahlawan di Parung Panjang. Sebagai umat beriman, kami percaya bahwa melayani sesama termasuk menjaga warisan dan menghormati jasa mereka yang telah berjuang adalah nilai sosial untuk merajut kebersamaan dan persaudaraan sejati lintas kelompok,” tutur Fios.
Aksi kolaboratif ini juga mendapat apresiasi dari Muspika Parung Panjang, yang menilai bahwa semangat gotong royong lintas kelompok masyarakat patut menjadi contoh bagi kegiatan sosial lainnya.
Di akhir kegiatan, Fios menambahkan bahwa taman makam ini diharapkan tak hanya menjadi tempat penghormatan, namun juga sarana edukasi bagi generasi muda dalam mengenang jasa para pejuang bangsa.
“Kontribusi dari komunitas Katolik, Karang Taruna, dan seluruh aliansi ini sangat berarti. Mereka menunjukkan bahwa nilai-nilai solidaritas dan penghormatan sejarah dapat diwujudkan dalam tindakan nyata,” pungkasnya.
Dengan semangat ini, Parung Panjang tidak hanya membangun taman makam, tetapi juga merawat semangat perjuangan agar terus hidup di hati masyarakat.