Namun, Aura berpendapat sebaliknya. Menurutnya, acara perpisahan penting sebagai momen terakhir untuk berkumpul bersama teman-teman sebelum berpisah.
“Kalau misalkan enggak ada perpisahan, kita tuh enggak bisa kumpul bareng atau rasain interaktif sama teman-teman,” tutur Aura.
Perdebatan memanas saat Dedi menyinggung latar belakang ekonomi keluarga Aura, yang disebut pernah menjadi korban penggusuran. Ia mempertanyakan mengapa orang dengan kondisi ekonomi sulit tetap ingin mengikuti gaya hidup seperti mengadakan perpisahan sekolah.
“Kenapa miskin pengen hidup bergaya? Sekolah harus ada perpisahan? Kan kamu merasa miskin. Kenapa orang miskin gak merasa prihatin?” tanya Dedi.
Dalam video yang sama, Aura menjawab bahwa dirinya memang mengakui berasal dari keluarga miskin, namun tetap ingin merasakan kebersamaan di akhir masa sekolah.