MAHATVA.ID -Kepala Desa Tutukembong, Bernadus Batlolona, hadir dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Tanimbar di Puskesmas Ermyau Sormudi, Kecamatan Nirunmas, Senin (19/5/2025). Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117, yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIT.
Dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang usia maupun jenis penyakit, kegiatan ini menyediakan pelayanan kesehatan gratis mencakup pemeriksaan umum, penanganan penyakit kronis, serta penyuluhan kesehatan preventif. Ratusan warga dari berbagai desa tampak antusias memanfaatkan layanan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap hak kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.
Sinergi Pemerintah dan Tenaga Medis: Menembus Keterbatasan Akses
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, Camat Nirunmas, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Nirunmas. Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah dan IDI. Lewat pelayanan baksos ini, masyarakat kami benar-benar merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Kades Bernadus Batlolona.
IDI Tanimbar: Komitmen Tegas untuk Keadilan Kesehatan
Melalui kegiatan ini, IDI Kepulauan Tanimbar menunjukkan dedikasi tinggi dalam mewujudkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk di desa-desa terpencil. Para dokter yang terlibat tak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membangun relasi yang humanis melalui edukasi dan pendekatan empati.
Komitmen ini menunjukkan bahwa profesionalisme dalam dunia medis tak hanya soal keterampilan klinis, tetapi juga keberpihakan terhadap kelompok rentan yang selama ini terpinggirkan dalam sistem layanan kesehatan nasional.
Simbol Solidaritas dan Harapan untuk Masa Depan
Bakti sosial ini bukan hanya bentuk pelayanan langsung, tetapi juga menjadi simbol solidaritas antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam membangun fondasi sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dengan terus mendorong kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, mimpi tentang Kepulauan Tanimbar yang sehat dan setara bukan lagi utopia, tapi sedang diwujudkan, satu langkah nyata dalam setiap pelayanan seperti ini.