berita

Skandal Pencurian Laut Seira: Warga Desak Penangkapan Roby dan Arshady, Nelayan Ilegal Rampas Telur Ikan Terbang di Tanimbar

Kamis, 22 Mei 2025 | 20:05 WIB
Skandal Pencurian Laut Seira: Warga Desak Penangkapan Roby dan Arshady, Nelayan Ilegal Rampas Telur Ikan Terbang di Tanimbar

MAHATVA.ID -Laut Seira yang dikenal kaya akan hasil laut kini berubah menjadi ladang kejahatan terorganisir. Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan nelayan andon ilegal asal Sulawesi Selatan menyerbu perairan Seira dan melakukan penjarahan telur ikan terbang secara brutal. Aksi ini bukan kejahatan biasa, ini adalah operasi sistematis yang diduga kuat dikendalikan oleh dua tokoh utama: Roby, anak dari Haji Amin (Lamausu), dan seorang pengusaha hitam bernama Arshady.

“Ini perampokan sumber kehidupan kami,” kata Alfred Letelay, tokoh pemuda Seira. “Mereka datang dengan modal besar, menyewa nelayan luar, dan menguras laut tanpa izin. Pemerintah pusat maupun daerah seolah menutup mata.”

Mafia Laut Tanimbar Diduga Terlibat Dalam Jaringan Ilegal

Hasil penelusuran lapangan mengungkap bahwa para pelaku pencurian laut menggunakan runpon, alat bantu tangkap yang sangat efisien menyapu bersih telur ikan terbang, salah satu komoditas laut bernilai tinggi di Kepulauan Tanimbar. Operasi ini dilakukan tanpa dokumen resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta tanpa pengawasan dari Dinas Kelautan daerah.

“Ini bukan aktivitas nelayan kecil,” lanjut Alfred. “Ini kejahatan lintas provinsi dengan dana besar. Nama Roby dan Arshady muncul di setiap laporan warga. Kami yakin, ada oknum aparat penegak hukum yang turut membekingi.”

Desakan untuk Bupati Ricky Jauwerissa: Jangan Tutup Mata!

Masyarakat Seira mendesak Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa segera bertindak. Sebagai kepala daerah, ia dinilai memiliki kewenangan untuk menghentikan kejahatan ini dengan menggerakkan PSDKP dan aparat kepolisian untuk menyita hasil rampasan dan menangkap para pelaku.

“Kalau bupati diam, rakyat akan berpikir beliau bagian dari permainan ini,” tegas Alfred. “Kami tidak akan tinggal diam melihat laut kami dijual ke tangan para mafia laut.”

Desakan ini juga diperkuat dengan tuntutan agar Dinas Kelautan dan Perikanan tidak hanya bekerja administratif, tetapi segera turun ke lapangan, melakukan pengawasan, razia, dan penyitaan hasil laut yang dicuri.

Ancaman Serius terhadap Ekosistem dan Ekonomi Nelayan Lokal

Penjarahan telur ikan terbang ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut di Seira. Dalam beberapa tahun terakhir, populasi ikan terbang di kawasan ini terus menurun akibat eksploitasi berlebihan.

“Kami tidak punya sumber penghidupan lain selain laut,” ujar Maria Tenefan, seorang nelayan perempuan. “Jika pencurian ini terus dibiarkan, kami kehilangan segalanya. makanan, pendapatan, dan masa depan anak-anak kami.”

Warga Bersatu: Tangkap, Sita, dan Adili Para Mafia Laut

Kini, masyarakat Seira bersatu menyuarakan tiga tuntutan utama:

Halaman:

Terkini