“Risikonya memang besar, karena gaya kepemimpinan seperti Kang Dedi kerap berseberangan dengan elit-elit yang merasa terganggu. Tapi ini yang membuat beliau istimewa,” ungkap Irfan.
Ia berharap lebih banyak pemimpin di Indonesia mencontoh gaya kepemimpinan yang dekat, nyata, dan berpihak langsung kepada rakyat, seperti yang dicontohkan oleh Dedi Mulyadi.