MAHATVA.ID – Ketegangan global meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025). Dua negara adidaya dunia, Rusia dan Tiongkok, menyatakan penolakan keras atas tindakan militer tersebut dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
Dilansir iranintl.com Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menegaskan bahwa penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah.
“Perdamaian di Timur Tengah tidak dapat dicapai dengan kekerasan. Jalur diplomatik untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran masih terbuka dan harus diupayakan,” ujar Fu.
Tiongkok diketahui memainkan peran penting sebagai mediator dalam rekonsiliasi Iran-Arab Saudi tahun lalu dan telah menandatangani kerja sama ekonomi besar dengan Teheran, meski sebagian besar proyek tersebut belum terealisasi.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyamakan langkah Washington dengan invasi AS ke Irak tahun 2003, yang kala itu didasarkan pada tuduhan senjata pemusnah massal yang tak pernah terbukti.
“Sekali lagi kita diminta mempercayai narasi AS, yang berujung pada penderitaan rakyat Timur Tengah,” tegas Nebenzia. “Sejarah tampaknya tidak memberikan pelajaran apa pun bagi rekan-rekan kami di Washington.”