berita

Jokowi Mundur dari Bursa Ketum PSI, Masa Depan Partai Sepenuhnya di Tangan Kaesang

Senin, 23 Juni 2025 | 07:53 WIB
Jokowi Mundur dari Bursa Ketum PSI, Masa Depan Partai Sepenuhnya di Tangan Kaesang

Banyak pengamat politik menilai bahwa pengaruh politik Jokowi diprediksi akan menurun tajam setelah tidak lagi memegang kekuasaan. Hal ini bisa berdampak langsung pada elektabilitas PSI di masa depan.

Jokowi Tanpa Partai: Pengaruh Politik Mulai Meredup?

Pasca konflik dengan PDIP dan batal bergabung dengan Golkar maupun PSI, Jokowi kini disebut berada dalam posisi tanpa partai politik pendukung. Kondisi ini membuatnya semakin sulit untuk mempertahankan pengaruh politik di tingkat nasional.

Sementara itu, upaya membentuk kendaraan politik alternatif seperti Projo juga menghadapi hambatan serius, terutama setelah nama Ketua Umumnya, Budi Arie, terseret dalam kasus dugaan keterlibatan dalam jaringan situs judi online.

Di sisi lain, tekanan politik terhadap keluarga Jokowi juga meningkat, mulai dari desakan pemakzulan terhadap putranya, Gibran Rakabuming Raka, hingga polemik soal ijazah Jokowi yang kembali dipersoalkan.

Akhir dari Cawe-Cawe Politik?

Dengan tidak adanya partai yang jelas dan isu kesehatan yang belum tuntas, muncul spekulasi bahwa Jokowi tengah bersiap untuk benar-benar mundur dari panggung politik nasional dan lebih fokus pada pemulihan diri.

Meski demikian, sebagai figur yang masih memiliki basis loyalis kuat, peran Jokowi di balik layar politik Indonesia belum sepenuhnya hilang. Namun, jelas bahwa panggung utama politik kini perlahan berpindah ke generasi baru, termasuk Kaesang Pangarep yang harus membuktikan kapasitas politiknya tanpa terus bergantung pada nama besar sang ayah.

Halaman:

Terkini