berita

Program Koperasi Merah Putih Siap Menjangkau 80 Ribu Desa dan Kelurahan

Rabu, 25 Juni 2025 | 20:44 WIB
Program Koperasi Merah Putih Siap Menjangkau 80 Ribu Desa dan Kelurahan

MAHATVA.ID - Program nasional Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto melalui Satuan Tugas Koperasi Merah Putih akan segera diluncurkan secara masif, menjangkau hingga 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Ketua Satgas Koperasi Merah Putih yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa peluncuran tahap awal akan digelar pada 19 Juli 2025.

Sementara itu, puncak peresmiannya direncanakan berlangsung pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Pada 19 Juli nanti, kita menargetkan kehadiran 80 bupati dan sekitar 15 gubernur secara langsung. Mereka juga akan berdiskusi secara daring dengan desa-desa binaan yang telah mengaktifkan koperasinya,” ujar Zulkifli dalam rapat koordinasi nasional di Jakarta.

Menurutnya, saat ini sudah berdiri 80 koperasi percontohan (mock-up) yang dijadikan model awal. Selain itu, ada 67 ribu koperasi aktif yang akan diintegrasikan dalam program Koperasi Merah Putih.

“Bayangkan, dalam waktu satu bulan, tim kami bisa menyambangi 83 ribu kepala desa untuk sosialisasi dan penyusunan struktur koperasi. Ini kerja besar, tapi berkat gotong royong dari semua pihak, termasuk BUMN, program ini bisa dijalankan,” jelasnya.

Zulkifli menyebutkan bahwa koperasi desa atau kopdes akan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat.

Melalui model legalitas terpadu, kopdes dapat menjalankan berbagai jenis usaha seperti agen gas LPG, pupuk, sembako, apotek, hingga logistik dan cold storage, tanpa perlu mengurus izin usaha secara terpisah.

“Kopdes akan menjadi basis ekonomi rakyat. Legalitasnya cukup satu pintu. Ini menyederhanakan proses dan memperkuat akses usaha masyarakat desa,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kopdes juga akan berfungsi sebagai distributor utama bagi warung-warung rakyat di sekitarnya.

“Harganya tetap sama dengan warung biasa, tidak bersaing. Justru kopdes akan jadi pemasok utama dengan harga terbaik, didukung Bulog dan ID Food,” tambahnya.

Zulkifli menuturkan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik program ini karena mampu membangkitkan kembali koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Sistem ini, lanjutnya, akan langsung terhubung dengan jaringan logistik nasional.

“Dengan adanya kopdes di setiap desa, distribusi bantuan, operasi pasar, hingga pengendalian harga bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien. Ini akan menjadi tulang punggung logistik pangan nasional,” pungkas Zulkifli.

Terkini