Fredy memastikan fokus pembangunan desa 2026 akan beralih ke pemberdayaan masyarakat melalui penguatan BUMDes Urastubun sebagai motor ekonomi digital.
“BUMDes harus jadi pusat ekonomi digital desa. Internet mandiri jadi tulang punggung kami memasarkan produk lokal ke pasar daring,” tambahnya.
Haji Nur Hidayat, PIC BAKTI lainnya, menegaskan bahwa internet mandiri adalah jendela keterbukaan informasi desa, sekaligus peluang menyejahterakan masyarakat.
“Digitalisasi membuka akses desa ke dunia luar, mempermudah promosi potensi lokal, dan menggerakkan ekonomi warga. Kelaan dan Matakus punya semua modal untuk jadi desa digital maju di Maluku,” ujarnya optimistis.
Kerja sama ini diharapkan menghadirkan layanan internet desa yang berkelanjutan, terjangkau, dan memberdayakan ekonomi lokal. Program ini bukan sekadar konektivitas, tetapi gerakan transformasi digital desa menuju kemandirian, kesejahteraan, dan daya saing.