berita

Potret Buram Pendidikan Tanimbar: Guru di Romnus Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Publik Tersentak

Jumat, 1 Agustus 2025 | 09:50 WIB
Potret Buram Pendidikan Tanimbar: Guru di Romnus Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Publik Tersentak

MAHATVA.ID -Rumah yang ditempati para guru di Desa Romnus, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi sorotan tajam publik. Di balik semangat pengabdian mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, para guru justru harus hidup dalam kondisi tempat tinggal yang sangat memprihatinkan dan tak layak huni.

Potret suram ini mencerminkan wajah buram pendidikan di wilayah terpencil Tanimbar, yang seolah terlupakan dalam prioritas pembangunan pemerintah daerah. Jumat (1/8)

Ketimpangan fasilitas dasar guru di wilayah T3 menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.  

Rumah berdinding papan rapuh, atap bocor, lantai tanah, dan fasilitas minim menjadi “sekolah kedua” bagi para guru yang sehari-hari mengajar anak-anak bangsa.

“Ada beberapa guru tinggal di sini, termasuk kepala SMP Negeri 1 Wuarlabobar. Tapi rumah yang mereka tinggali sangat tidak layak. Kadang kami merasa malu sebagai warga,” ujar salah satu warga Romnus yang enggan disebutkan namanya.

Ketimpangan Wilayah T3, Sorotan untuk Pemerintah Daerah

Desa Romnus berada di wilayah yang dikenal sebagai T3 (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), jauh dari pusat pemerintahan di Saumlaki. Akses terbatas, minim infrastruktur, dan lambannya perhatian dari pemerintah menjadi tantangan berat bagi para tenaga pendidik yang bertugas dengan dedikasi tinggi.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan keamanan para guru, tetapi juga menurunkan motivasi dan kualitas pengajaran yang secara langsung memengaruhi masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

“Jangan hanya bicara mutu pendidikan. Lihat dulu bagaimana para guru hidup. Kalau tempat tinggal saja tak layak, bagaimana mereka bisa fokus mengabdi?” tegas salah satu tokoh masyarakat Wuarlabobar.

Situasi di desa Romnus mengirim pesan kuat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Dinas Pendidikan agar tidak lagi memandang sebelah mata wilayah pinggiran. Fasilitas dasar bagi guru bukan sekadar tunjangan atau gaji, tetapi jaminan hidup layak saat mereka mengabdi jauh dari rumah dan keluarga.

“Ini bukan soal belas kasihan, ini soal hak. Guru-guru ini bukan relawan, mereka abdi negara. Sudah seharusnya negara hadir dan menjamin tempat tinggal yang manusiawi,” ujar pemerhati pendidikan di Tanimbar.


Di Mana Prioritas Pendidikan?

Halaman:

Terkini