“Masalah terbesar bukan di industri legal, tapi di pasar ilegal. Kalau pengawasan lemah, rokok ilegal makin marak dan industri yang patuh justru kalah bersaing,” ujarnya.
Ia menyambut baik arahan Menteri Keuangan agar DJBC tak hanya fokus pada barang impor ilegal, tapi juga mengusut jaringan pelaku dan pemberi modal di baliknya. “Kalau ini jalan, efek jera akan muncul. Yang legal bisa hidup, yang ilegal hilang,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Sirod berharap pemerintah memperlakukan industri hasil tembakau seperti sektor industri lain: diberi kepastian, transparansi, dan keadilan.
“Kita butuh kebijakan yang seimbang: lindungi kesehatan publik, tapi jangan bunuh industri yang memberi manfaat ekonomi besar bagi negara. Regulasi harus berpihak, bukan menyerang,” pungkasnya.