• Rabu, 21 Oktober 2026

Pemprov DKI Stabilkan Area TPST Bantargebang Usai Longsor, Operasional Sampah Tetap Berjalan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 9 Maret 2026 | 07:33 WIB
Pemprov DKI Stabilkan Area TPST Bantargebang Usai Longsor, Operasional Sampah Tetap Berjalan
Pemprov DKI Stabilkan Area TPST Bantargebang Usai Longsor, Operasional Sampah Tetap Berjalan

Bekasi, MAHATVA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan langkah stabilisasi dan penataan area di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyusul terjadinya longsor timbunan sampah yang menelan korban jiwa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan stabilisasi dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan sekaligus memastikan area kembali aman bagi aktivitas operasional pengelolaan sampah.

“Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan,” kata Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Penataan Dilakukan Setelah Area Aman

Asep menjelaskan, proses stabilisasi dan penataan zona timbunan dilakukan setelah kondisi area dinyatakan aman oleh petugas di lapangan. Menurutnya, keselamatan pekerja dan petugas menjadi prioritas utama dalam pengoperasian layanan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang.

“Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” ujarnya.

Meski penanganan longsor masih berlangsung, Pemprov DKI memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta, satu titik pembuangan sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari.

Sementara itu, dua titik pembuangan lainnya masih dalam proses perapihan agar dapat kembali digunakan secara normal.

Pengiriman Sampah Sempat Ditunda

Asep juga menginstruksikan jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) di wilayah DKI Jakarta untuk menunda sementara pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi korban selesai dilakukan.

Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar sekaligus mencegah terjadinya antrean panjang truk sampah selama proses penanganan di lokasi longsor.

“Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” kata Asep.

Empat Korban Meninggal Dunia

Diketahui, longsor timbunan sampah di TPST Bantargebang menyebabkan empat orang meninggal dunia. Para korban terdiri dari pemilik warung, pemulung, serta sopir truk dari Sudin LH Jakarta Pusat.

Selain korban meninggal, seorang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet dilaporkan mengalami luka ringan dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Menyikapi kejadian tersebut, Pemprov DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat guna memastikan keselamatan petugas di lapangan, melakukan penanganan terhadap korban, serta menstabilkan area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera kembali normal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X