berita

Program Tanggung Jawab Sosial PHM Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan di Kalimantan Timur

Kamis, 16 April 2026 | 15:07 WIB
Program Tanggung Jawab Sosial PHM Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan di Kalimantan Timur

MAHATVA.ID – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan terus ditunjukkan oleh PHM melalui implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menyasar berbagai sektor strategis di wilayah operasional Kalimantan Timur.

Program Tanggung Jawab Sosial ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelestarian budaya lokal. Melalui pendekatan terintegrasi, PHM berhasil menciptakan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah Ring I dan Ring II, seperti Anggana, Muara Jawa, Samboja, hingga Balikpapan.

Pemberdayaan Pendidikan dan SDM Lokal

Dalam sektor pendidikan, PHM menjalankan berbagai program unggulan seperti Sekolah Negeri Terapung dan Bantuan Pendidikan Mahakam. Sepanjang 2021 hingga 2025, tercatat sebanyak 402 mahasiswa menerima beasiswa untuk jenjang D3 hingga S2.

Selain itu, Program Sarjana Pesisir berhasil mengantarkan 167 siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Timur. Upaya ini menjadi bukti nyata peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat pesisir.

Inovasi Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

Di sektor lingkungan, program Waste to Energy for Community (Wasteco) menjadi salah satu inovasi unggulan. Program ini mampu mengolah sampah menjadi energi berbasis gas metana, dengan dampak pengurangan emisi mencapai lebih dari 100 ribu ton CO2 per tahun.

Tak hanya itu, program Desa Energi Berdikari melalui pemanfaatan energi surya juga membantu masyarakat di wilayah terpencil yang belum terjangkau listrik PLN.

Sebanyak 380 sambungan rumah kini telah memanfaatkan gas metana sebagai energi alternatif, dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 23 ribu jiwa.

Penguatan Ekonomi dan UMKM

Dalam bidang ekonomi, PHM mendorong pertumbuhan UMKM melalui program Mahakam Winners yang memberdayakan perempuan di wilayah pesisir. Sebanyak 50 perempuan kini aktif dalam kegiatan ekonomi produktif, dengan 11 kelompok UMKM yang telah terbentuk.

Selain itu, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga dilakukan dengan melibatkan 15 desa dalam berbagai kegiatan ekonomi dengan nilai mencapai Rp4,5 miliar.

Program pertanian organik Mahakam juga berhasil meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat, sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan.

Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan

Program Desa Sayang Ibu dan Anak menjadi salah satu andalan di sektor kesehatan. Program ini berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi hingga nol kasus dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, sebanyak 144 ibu hamil mendapatkan pendampingan kesehatan lengkap, termasuk akses BPJS dan tabungan persalinan.

Pelestarian Budaya dan Ekowisata

PHM juga aktif dalam pelestarian budaya lokal, termasuk seni dan kerajinan suku Dayak dan Kutai. Program Komik Pesut Mahakam turut berkontribusi dalam konservasi satwa endemik sekaligus mendorong pengembangan desa wisata.

Hasilnya, populasi pesut Mahakam tetap terjaga dengan angka kematian akibat aktivitas nelayan berhasil ditekan hingga 0 persen.

Halaman:

Terkini