Timika,MAHATVA.ID -Kekerasan brutal di ruang publik akhirnya terungkap. Dua pelaku pengeroyokan bersenjata tajam yang menyerang seorang remaja di Jalan WR Supratman diringkus polisi dalam operasi dini hari, Rabu (15/04/2026) pukul 03.15 WIT, di Kampung Karang Senang SP 3, Kuala Kencana, Papua Tengah.
Penindakan cepat ini dipimpin Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha, setelah laporan resmi diterima. Tanpa jeda, tim Opsnal bergerak. Penyelidikan dilakukan intensif. Identitas pelaku terungkap. Lokasi persembunyian dipastikan. Penangkapan berlangsung terukur dan tanpa perlawanan.
Dua pelaku yang diamankan adalah ST alias Toni (18) dan AT alias Sui (20). Polisi menyita satu bilah parang sepanjang sekitar 46 cm, bergagang kayu cokelat dengan pengikat aluminium. Senjata ini diduga digunakan saat serangan, menegaskan tingkat kekerasan yang terjadi.
Korban, Mozard E.M (17), mengalami luka sayatan di tangan kiri dan cedera di bagian belakang kepala. Ia masih dirawat di RSUD Mimika. Serangan terjadi tiba-tiba, tanpa pemicu jelas. Ruang publik kembali diuji. Rasa aman warga dipertaruhkan.
Peristiwa bermula Senin (13/04/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Korban duduk di trotoar. Sekelompok orang datang membawa senjata tajam. Serangan langsung dilancarkan. Pelaku kabur usai beraksi. Dua hari kemudian, polisi menutup ruang gerak mereka.
Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/57/IV/2026 tertanggal 14 April 2026 di SPKT Polsek Mimika Baru. Pemeriksaan awal menunjukkan kedua pelaku mengakui perbuatannya. Penyidik kini mendalami motif dan membuka kemungkinan adanya pelaku lain.
Polisi memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas. Pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Penegakan hukum ditegakkan sebagai peringatan keras terhadap kekerasan jalanan.
Kasus ini bukan sekadar kriminalitas biasa. Ini alarm keras bagi keamanan kota. Serangan acak dengan senjata tajam di ruang publik menuntut respons tegas, pengawasan ketat, dan kehadiran negara yang nyata. Tanpa itu, rasa aman hanya menjadi ilusi.