MAHATVA.ID -Presiden RI Prabowo Subianto bersiap mengunci pasokan minyak dari Rusia saat bertemu Presiden Vladimir Putin, Senin (13/4/2026), di tengah ancaman ketidakpastian energi global yang kian nyata.
Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional yang berdampak langsung pada ekonomi dan kebutuhan publik.
Dilansir dari KOMPAS.COM, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, agenda utama pertemuan adalah memastikan kelangsungan suplai energi, termasuk minyak, melalui kerja sama strategis kedua negara.
“Pemerintah ingin memastikan pasokan energi nasional tetap stabil,” ujarnya.
Selain isu energi, kedua pemimpin juga akan membahas dinamika geopolitik global yang terus bergerak cepat. Indonesia disebut akan menegaskan posisinya sebagai kekuatan penyeimbang yang mendorong stabilitas dan perdamaian dunia.
Pertemuan ini dinilai memiliki bobot strategis tinggi, mengingat perubahan lanskap global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dan keamanan ekonomi nasional. Pemerintah berupaya membaca arah perubahan tersebut sambil mengamankan kepentingan domestik.
Dalam lawatan ini, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan fokus kuat pada diplomasi energi. Kehadiran para pejabat kunci ini mempertegas bahwa isu energi bukan sekadar agenda bilateral, melainkan prioritas nasional.
Publik kini menanti hasil konkret dari pertemuan tersebut, terutama jaminan pasokan energi yang stabil di tengah tekanan global. Kegagalan mengamankan suplai berisiko memicu gejolak harga dan memperlemah daya tahan ekonomi dalam negeri.