berita

AHY Ajak Jaga Toleransi di Momentum Paskah 2026, Tekankan Persatuan di Tengah Tantangan Global

Selasa, 7 April 2026 | 14:39 WIB
AHY Ajak Jaga Toleransi di Momentum Paskah 2026, Tekankan Persatuan di Tengah Tantangan Global

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi dan memperkuat persatuan bangsa dalam momentum perayaan Paskah 2026.

Pesan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri misa malam suci Paskah di Gereja Katolik Paroki Kalvari Lubang Buaya, Sabtu malam (4/4/2026). Kehadirannya dinilai sebagai simbol penguatan harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, AHY menekankan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momentum kebangkitan, harapan, dan penguatan optimisme nasional.

“Optimisme yang realistis menjadi kunci utama untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengajak masyarakat untuk meneladani semangat Paskah dalam menghadapi berbagai tantangan, baik global maupun domestik.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam misa malam Paskah merupakan pengalaman pertama yang memberikan kesan mendalam, sekaligus menjadi bentuk komitmen terhadap keberagaman.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat persatuan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Menurutnya, konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

“Kita harus tetap waspada dan fokus pada pembangunan bangsa,” tegasnya.

AHY menilai stabilitas internal menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, terlebih dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa dengan latar belakang yang beragam.

Lebih lanjut, AHY menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar elemen bangsa dalam menjaga keutuhan negara.

Ia juga menyoroti peran rumah ibadah, termasuk gereja, sebagai pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan, tidak hanya sebagai tempat ibadah semata.

“Semangat kebersamaan, toleransi antarumat beragama, serta kepedulian sosial harus terus dijaga,” katanya.

AHY berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat persatuan bangsa di tengah pluralitas Indonesia.

Halaman:

Terkini