berita

Bahlil Pastikan Stok LPG Nasional Aman, Impor Dialihkan dari Timur Tengah

Selasa, 7 April 2026 | 14:33 WIB
Bahlil Pastikan Stok LPG Nasional Aman, Impor Dialihkan dari Timur Tengah

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok liquefied petroleum gas (LPG) nasional dalam kondisi aman meskipun terjadi gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Bahlil menyatakan, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan sumber impor LPG dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

“LPG sampai dengan sekarang insya Allah aman, karena yang kita ambil dari Middle East itu sudah kita alihkan ke negara lain seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lain,” ujar Bahlil di kantornya, Senin (6/4/2026).

Diversifikasi Impor untuk Jaga Ketahanan Energi

Menurut Bahlil, kebijakan diversifikasi impor ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Langkah serupa juga telah diterapkan pada impor minyak mentah (crude oil), yang sebelumnya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Pemerintah kini mengalihkan sebagian impor crude oil ke negara-negara di kawasan Afrika, seperti Angola dan Nigeria.

“Ini sama hukumnya dengan ketika kita mengonversi crude dari Middle East ke beberapa negara seperti Angola dan Nigeria,” jelasnya.

Impor BBM Masih Dikaji

Sementara itu, untuk bahan bakar minyak (BBM), pemerintah tengah mempertimbangkan opsi pengalihan impor ke negara yang tidak melewati jalur strategis Selat Hormuz, seperti Rusia.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

“Kalau sudah jadi saya akan kabari,” katanya.

Fokus Utama: Jamin Ketersediaan Energi

Di tengah dinamika global, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak dalam posisi untuk terlalu selektif dalam menentukan sumber impor energi.

Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga, khususnya untuk kebutuhan masyarakat.

“Hari ini pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita memilih-milih, dari negara mana saja yang penting ada,” tegasnya.

Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional serta meminimalisir dampak dari ketegangan geopolitik global terhadap sektor energi Indonesia.

Terkini