berita

SBY Pesan Haru untuk Prajurit TNI di Lebanon: “Jaga Diri, Keluarga Menanti”

Senin, 6 April 2026 | 13:40 WIB
SBY Pesan Haru untuk Prajurit TNI di Lebanon: “Jaga Diri, Keluarga Menanti”

Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pesan penuh empati kepada prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Melalui akun X miliknya, SBY mengingatkan para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S agar tetap menjaga diri dan menjalankan tugas dengan penuh semangat.

“Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air,” tulis SBY, Minggu (5/4/2026).

SBY menegaskan dirinya memiliki kewajiban moral untuk memperjuangkan keadilan bagi prajurit TNI yang menjadi korban dalam penugasan di Lebanon.

Hal ini tak lepas dari sejarah keterlibatannya saat menjabat Presiden, ketika Indonesia pertama kali mengirimkan pasukan ke Lebanon sebagai bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon.

SBY mengenang, pengiriman pasukan Indonesia bermula saat pecahnya konflik antara Lebanon dan Israel pada Agustus 2006.

Saat itu, menurutnya, Dewan Keamanan PBB belum mengambil langkah efektif untuk menghentikan perang. Bersama para pemimpin dunia, Indonesia mendorong digelarnya pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Ahmad Badawi, dan dihadiri sejumlah pemimpin dunia seperti:

  • Mahmoud Ahmadinejad

  • Recep Tayyip Erdogan

  • Fouad Siniora

Dalam forum itu, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim satu batalion pasukan untuk menjaga gencatan senjata di perbatasan Lebanon–Israel.

SBY juga mengungkap tantangan saat itu, yakni keterbatasan alat utama sistem persenjataan (alutsista), khususnya kendaraan tempur.

Untuk mengatasi hal tersebut, SBY langsung menghubungi Presiden Prancis kala itu, Jacques Chirac, guna melakukan pembelian kendaraan tempur VAB melalui skema government to government (G to G).

Halaman:

Terkini