berita

Mendagri Tito Kerahkan 731 Praja IPDN, Percepat Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Senin, 6 April 2026 | 13:35 WIB
Mendagri Tito Kerahkan 731 Praja IPDN, Percepat Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, MAHATVA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menerjunkan 731 praja pratama dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri gelombang ketiga untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Penugasan ini difokuskan pada wilayah yang terdampak endapan lumpur berat akibat banjir bandang, termasuk pembersihan permukiman warga serta kawasan bersejarah Istana Benua Raja.

Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memimpin langsung apel pembukaan penugasan di halaman Istana Benua Raja.

Sebanyak 731 praja tingkat satu didampingi 37 ASN Kemendagri akan bertugas selama satu bulan ke depan untuk menuntaskan dampak banjir, khususnya endapan lumpur yang telah mengeras di sejumlah titik.

“Target utamanya menyelesaikan persoalan di titik yang masih terkena lumpur, termasuk yang sudah mengeras,” ujar Tito.

Menurut Tito, proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui tiga gelombang:

  • Gelombang pertama: Fokus pada pembersihan area perkantoran

  • Gelombang kedua: Menyasar lingkungan masyarakat umum

  • Gelombang ketiga: Menangani endapan lumpur berat hingga beberapa meter

Ia menegaskan, jika target di dusun-dusun terdampak selesai lebih cepat, personel akan segera digeser ke wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan.

Mendagri juga mengingatkan seluruh praja untuk menjaga integritas, disiplin, serta kondisi fisik selama bertugas di lapangan.

“Jaga kesehatan dan jangan sampai melakukan pelanggaran. Contoh keberhasilan dua gelombang sebelumnya adalah kerja keras dan ketulusan,” tegasnya.

Untuk mendukung operasional, Kemendagri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck guna mempercepat proses pengangkutan material lumpur.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat akibat kerusakan infrastruktur dan permukiman yang cukup parah. Banjir bandang yang melanda wilayah ini menyisakan sedimentasi lumpur tebal di berbagai titik.

Halaman:

Terkini