berita

Aksi Free Palestine di CFD Bundaran HI, Warga Doakan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Minggu, 5 April 2026 | 17:17 WIB
Aksi Free Palestine di CFD Bundaran HI, Warga Doakan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Jakarta, MAHATVA.ID – Sekelompok warga menggelar aksi solidaritas bertajuk Free Palestine di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026). Aksi ini juga diwarnai doa bersama untuk tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Massa membentangkan spanduk berwarna putih dengan tulisan hitam dan merah yang menyerukan pembebasan Palestina sekaligus menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Selain spanduk, massa aksi juga membawa berbagai poster yang berisi kecaman terhadap Israel. Bendera Indonesia, Palestina, dan Iran turut dikibarkan sebagai simbol solidaritas dalam aksi tersebut.

Sejumlah pesan yang tertulis di spanduk antara lain:

  • “Stop genocide in Palestine. Zionisme = kolonialisme = imperialisme = penjajahan. Harus dilawan, Pak Presiden!”

  • “Israel bunuh prajurit TNI, saatnya Indonesia tegas.”

Aksi ini pun menarik perhatian masyarakat yang tengah berolahraga dan beraktivitas di kawasan CFD. Beberapa warga terlihat mendekat untuk mengabadikan momen, bahkan ikut berpartisipasi dengan membubuhkan tanda tangan pada spanduk yang dibentangkan.

Tak hanya itu, sejumlah peserta juga meletakkan bunga mawar di dekat tiga foto prajurit TNI yang gugur sebagai bentuk penghormatan.

Koordinator aksi, Ali Assegaf, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Free Palestine Network (FPN) dan digelar serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kita suarakan nurani. Nurani manusia sama, agamanya apapun, ras apapun. Ini soal kemanusiaan,” ujar Ali di lokasi.

Ia juga menyoroti gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL yang menurutnya tidak memiliki kewenangan tempur, namun tetap menjadi korban dalam konflik.

“Kita bicara tentang TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian, tapi justru menjadi korban. Ini harus menggugah kesadaran semua pihak,” tegasnya.

Ali menambahkan, aksi ini tidak hanya sebagai bentuk doa bagi para prajurit yang gugur, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina dan konflik di Lebanon.

“Kita ingin nurani bangsa ini hidup. Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan, maka tidak mungkin kita diam ketika ada prajurit kita yang gugur,” pungkasnya.

Halaman:

Terkini