MAHATVA.ID – Sebuah jet tempur milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan ditembak jatuh di wilayah Iran, memicu operasi pencarian besar-besaran dari kedua belah pihak. Insiden ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir.
Mengutip laporan Reuters, Sabtu (4/4/2026), jet tempur jenis F-15E Strike Eagle tersebut jatuh setelah terkena sistem pertahanan udara Iran. Dua awak pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan.
Namun, dari dua awak tersebut, baru satu pilot yang berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh tim militer AS. Sementara itu, satu pilot lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi target pencarian intensif.
Otoritas Iran menyatakan telah mengerahkan pasukan ke lokasi jatuhnya pesawat. Tidak hanya itu, Iran juga dilaporkan melibatkan warga sipil dalam operasi pencarian dengan menawarkan imbalan bagi siapa pun yang berhasil menemukan atau menangkap pilot AS yang hilang tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Iran dalam merespons insiden tersebut, sekaligus meningkatkan tekanan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, militer AS tidak tinggal diam. Operasi penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan, termasuk pengerahan pasukan khusus untuk mengevakuasi awak yang selamat dan mencari pilot yang masih hilang.
Operasi ini disebut berlangsung dalam kondisi sangat berisiko tinggi, mengingat lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah yang dikuasai Iran.
Insiden ini menjadi yang pertama kalinya jet tempur AS ditembak jatuh langsung oleh Iran sejak konflik terbaru pecah pada akhir Februari 2026.
Peristiwa ini sekaligus memicu pertanyaan atas klaim superioritas udara yang sebelumnya disampaikan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa pesawat serang A-10 Thunderbolt II milik AS turut terkena serangan di kawasan Teluk. Meski demikian, pilot pesawat tersebut dilaporkan berhasil diselamatkan.
Ketegangan kian meningkat setelah Iran menegaskan akan terus memburu pilot AS yang hilang. Jika pilot tersebut berhasil ditangkap, situasi ini berpotensi memperbesar tekanan politik terhadap pemerintah AS.
Konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari ini juga dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 13 personel militer AS dan melukai ratusan lainnya.
Dengan operasi pencarian yang masih berlangsung dan potensi eskalasi yang semakin besar, insiden jatuhnya jet tempur ini menjadi titik kritis baru dalam konflik AS-Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.