berita

Ledakan Guncang Pos UNIFIL di Lebanon, Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka

Sabtu, 4 April 2026 | 12:59 WIB
Ledakan Guncang Pos UNIFIL di Lebanon, Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka

MAHATVA.ID– Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi korban dalam eskalasi konflik Timur Tengah. Tiga personel dilaporkan terluka akibat ledakan yang terjadi di salah satu posisi PBB di wilayah selatan Lebanon, Sabtu (4/4/2026).

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada siang hari dan menyebabkan dua dari tiga korban mengalami luka serius.

“Siang ini, sebuah ledakan terjadi di dalam posisi PBB yang melukai tiga pasukan penjaga perdamaian, dua di antaranya luka serius. Mereka saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut,” ujarnya.

Pasukan UNIFIL selama ini ditempatkan di wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan dengan Israel, yang menjadi salah satu titik paling rawan dalam konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Konflik Memanas, Lebanon Jadi Medan Perang

Situasi keamanan di Lebanon semakin memburuk sejak negara itu terseret dalam konflik regional pada 2 Maret 2026. Ketegangan meningkat setelah kelompok militan Hizbullah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon, termasuk operasi darat di bagian selatan negara itu. Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 1.368 orang tewas dalam satu bulan terakhir akibat konflik tersebut.

Serangan Baru di Beirut Selatan

Di tengah meningkatnya eskalasi, militer Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Beirut selatan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Serangan tersebut disebut menyasar “infrastruktur teror”, setelah sebelumnya Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil di kawasan tersebut.

Seorang koresponden AFP melaporkan terdengarnya suara ledakan keras di wilayah tersebut, sementara Kantor Berita Nasional Lebanon mengonfirmasi adanya serangan udara lanjutan.

Halaman:

Terkini