Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33)
Sertu Muhammad Nur Ichwan (25)
Ketiganya gugur saat menjalankan tugas di wilayah Adchit Al Qusayr dan Banni Hayyan.
Sementara itu, lima prajurit lainnya mengalami luka-luka:
Kapten Sultan Wiryan Maulana
Praka Rico Pramudia
Praka Arief Kurniawan
Praka Bayu Prakoso
Deni Riyanto
“Ini adalah kehilangan besar untuk Indonesia, juga untuk PBB dan dunia internasional,” kata Umar Hadi.
Indonesia juga mendorong DK PBB untuk bersikap lebih tegas dan satu suara dalam mengecam serangan terhadap personel penjaga perdamaian.
“DK PBB harus berbicara dengan jelas dan tegas. Jangan ada lagi serangan,” pungkas Umar Hadi.