berita

AS Siapkan Opsi Operasi Darat Terbatas di Iran, Risiko Konflik Meluas Kian Besar

Senin, 30 Maret 2026 | 16:42 WIB
AS Siapkan Opsi Operasi Darat Terbatas di Iran, Risiko Konflik Meluas Kian Besar

MAHATVA.ID – Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan opsi operasi darat terbatas di Iran, sebuah langkah yang berpotensi memperluas konflik yang kini telah memasuki minggu kelima.

Laporan The Washington Post menyebut Pentagon tengah mempersiapkan skenario operasi selama beberapa minggu, termasuk kemungkinan serangan cepat ke fasilitas strategis Iran. Target yang disebut antara lain Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Iran—serta wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Meski demikian, rencana tersebut tidak mengarah pada invasi penuh. Operasi diperkirakan melibatkan pasukan khusus dan infanteri konvensional dengan misi terbatas, seperti melumpuhkan fasilitas strategis dan menghancurkan ancaman terhadap jalur pelayaran.

Namun, risiko di lapangan dinilai tinggi. Personel AS berpotensi menghadapi serangan drone dan rudal Iran, tembakan darat, hingga bahan peledak rakitan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa penyusunan opsi militer merupakan prosedur standar dan belum tentu akan dieksekusi.

“Merupakan tugas Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi bagi Panglima Tertinggi. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan,” ujarnya.

Sejauh ini, belum ada kepastian apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui rencana tersebut.

Di sisi lain, Washington telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. US Central Command menyebut sekitar 3.500 tentara tambahan telah tiba dengan menumpang kapal perang USS Tripoli, bersama aset tempur seperti jet serang dan perlengkapan amfibi.

Penguatan militer ini juga mencakup rencana pengiriman pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS, menandakan kesiapan eskalasi jika diperlukan.

Sementara itu, Iran merespons dengan peringatan keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding adanya rencana serangan darat terselubung di balik upaya diplomasi.

“Rakyat kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk menghukum mereka,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa rudal Iran telah siap digunakan.

Ketegangan juga berpotensi meluas ke jalur strategis lain. Sumber militer Iran menyebut kemungkinan membuka front baru di Selat Bab al-Mandeb, pintu masuk penting ke Laut Merah. Bahkan, kelompok Houthi yang didukung Iran disebut siap terlibat jika konflik meningkat.

Di tengah eskalasi militer, jalur diplomasi masih diupayakan. Pakistan berperan sebagai mediator dengan menggelar pertemuan yang melibatkan Arab Saudi, Turki, dan Mesir guna meredakan konflik.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik AS-Iran berada di titik kritis, dengan potensi eskalasi militer yang signifikan jika opsi operasi darat benar-benar dijalankan.

Terkini