berita

Arab Saudi Usir Staf Militer Iran, Ketegangan Teluk Memanas di Tengah Konflik Regional

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:13 WIB
Arab Saudi Usir Staf Militer Iran, Ketegangan Teluk Memanas di Tengah Konflik Regional

MAHATVA.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah Arab Saudi mengambil langkah diplomatik tegas terhadap Iran. Pemerintah di Riyadh secara resmi mengusir sejumlah staf militer Iran dari wilayahnya, menyusul serangkaian serangan yang disebut terus menargetkan kerajaan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat menyatakan bahwa atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan telah dinyatakan sebagai persona non grata atau orang yang tidak diterima. Mereka diwajibkan meninggalkan wilayah Saudi dalam waktu 24 jam.

Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan memburuknya situasi keamanan akibat serangan yang diklaim berasal dari Iran.

“Serangan-serangan Iran yang berkelanjutan akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dan memiliki konsekuensi signifikan bagi hubungan saat ini dan masa depan,” demikian pernyataan resmi kementerian, dikutip dari Reuters.


Ratusan Serangan Rudal dan Drone

Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, otoritas Saudi menyebut wilayahnya telah menjadi target ratusan rudal dan drone.

Sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi. Namun demikian, intensitas serangan dinilai tetap menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas keamanan kawasan.


Ancaman Aksi Militer

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga telah memperingatkan bahwa negaranya memiliki hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap yang signifikan, mengingat hubungan kedua negara sempat membaik sejak normalisasi diplomatik pada 2023. Saat itu, Riyadh dan Teheran sepakat memulihkan hubungan setelah bertahun-tahun bersaing dalam berbagai konflik regional.

Namun, eskalasi terbaru yang dipicu perang antara AS-Israel dan Iran kembali meruntuhkan kepercayaan tersebut.


Dampak ke Stabilitas Energi Global

Konflik yang terus meluas tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga mengguncang sektor energi global.

Distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah dilaporkan terganggu, sementara sejumlah fasilitas produksi energi terpaksa menghentikan operasi. Kondisi ini berpotensi mendorong lonjakan harga energi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.


Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran kini menjadi salah satu titik krusial dalam dinamika konflik global yang lebih luas. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan situasi, mengingat potensi eskalasi yang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik terbuka.

Terkini