berita

Survei: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Reputasi Merek AMDK, Aqua Pimpin Kepercayaan Konsumen

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:45 WIB
Survei: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Reputasi Merek AMDK, Aqua Pimpin Kepercayaan Konsumen

MAHATVA.ID – Komitmen terhadap lingkungan kini menjadi faktor penting bagi konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan (AMDK). Survei terbaru menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan berperan besar dalam membentuk reputasi serta tingkat kepercayaan publik terhadap merek AMDK di Indonesia.

Laporan World Visualized bertajuk Indonesia’s Bottled Water Brands Face a Moment of Truth in 2025 mencatat konsumen semakin menilai tanggung jawab lingkungan sebagai indikator utama dalam reputasi sebuah merek.

Dalam kategori komitmen terhadap lingkungan, merek AMDK Aqua mencatat skor tertinggi sebesar 50,3 persen, mengungguli sejumlah merek lain di industri yang sama.

Di posisi berikutnya, Le Minerale memperoleh skor 35,4 persen, sementara merek lain seperti Cleo, Vit, dan Hydrococo berada di kisaran sekitar 25 persen.

Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan

Sejumlah inisiatif keberlanjutan dinilai menjadi faktor yang memperkuat persepsi positif konsumen terhadap merek AMDK tersebut.

Selain penggunaan galon guna ulang, perusahaan juga mengembangkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Inovasi tersebut meliputi penggunaan botol berbahan plastik daur ulang serta desain kemasan dengan penggunaan plastik lebih ringan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Laporan itu juga mencatat meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan mendorong perusahaan AMDK untuk memperkuat praktik keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sumber air, efisiensi proses produksi, hingga pengurangan dampak kemasan plastik.

Sampah Plastik Masih Menjadi Tantangan

Kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah plastik terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA).

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat timbulan sampah nasional mencapai sekitar 36 juta ton pada 2024 dari 342 kabupaten/kota, dengan 19,59 persen di antaranya merupakan sampah plastik.

Sementara pada 2025, data sementara dari 249 kabupaten/kota menunjukkan timbulan sampah mencapai sekitar 25 juta ton, dengan 20,45 persen berupa sampah plastik. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring proses penghitungan yang masih berlangsung.

Galon Guna Ulang Dinilai Lebih Ramah Lingkungan

Kondisi tersebut mendorong pentingnya penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan, termasuk galon guna ulang yang dinilai mampu menekan timbulan sampah plastik.

Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia, Bisuk Abraham Sisungkunon, menyebut galon guna ulang memiliki manfaat ekologis yang signifikan dibandingkan kemasan sekali pakai.

“Penggunaan galon guna ulang dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan galon sekali pakai,” ujar Bisuk.

Halaman:

Terkini