berita

Serangan AS-Israel Disebut Lumpuhkan Militer Iran, Namun Ancaman Rudal dan Drone Masih Menghantui

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:29 WIB
Serangan AS-Israel Disebut Lumpuhkan Militer Iran, Namun Ancaman Rudal dan Drone Masih Menghantui

Pada 2022, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menilai Iran memiliki inventaris rudal terbesar di kawasan tersebut. Laporan intelijen Israel memperkirakan Iran memiliki sekitar 3.000 rudal, yang kini tersisa sekitar 2.500 unit setelah konflik 12 hari pada Juni lalu.

Strategi utama AS dan Israel adalah menghancurkan peluncur rudal Iran. Setiap peluncuran meninggalkan jejak yang dapat dideteksi oleh satelit dan radar, sehingga memudahkan pelacakan.

Pejabat militer Israel menyebut sekitar 290 peluncur rudal telah dinonaktifkan dari total 410 hingga 440 unit. Namun luasnya wilayah Iran membuat penghancuran seluruh peluncur menjadi sulit.

Profesor di National Defense University, David Des Roches, mengatakan keterbatasan intelijen menjadi kendala utama.

“Tidak mudah mengidentifikasi peluncurnya. Banyak rudal ditempatkan di lokasi tersembunyi atau tempat yang sebelumnya tidak terkait dengan militer,” ujarnya.

Iran Beralih ke Strategi Perang Jangka Panjang

Para analis menilai Iran kini mengubah strategi militernya menjadi perang jangka panjang atau perang gesekan.

Peneliti dari German Institute for International and Security Affairs, Hamidreza Azizi, mengatakan Iran kemungkinan ingin membuat lawannya kehabisan kemampuan pertahanan terlebih dahulu.

“Mungkin ada ketertarikan untuk menjadikan ini perang gesekan,” ujarnya.

Iran juga menggunakan peluncur rudal bergerak yang lebih sulit dideteksi radar dan satelit.

Akademisi dari Doha Institute for Graduate Studies, Muhanad Seloom, menilai ancaman Iran tidak bergantung pada jumlah serangan.

“Tidak masalah berapa banyak yang diluncurkan selama ancamannya tetap kredibel. Satu drone saja bisa menghancurkan rasa aman,” katanya.

Drone Murah Iran Jadi Ancaman Serius

Iran dikenal memiliki kemampuan memproduksi drone murah dalam jumlah besar, salah satunya Shahed-136. Drone ini dapat diproduksi dengan cepat dan diluncurkan tanpa sistem kompleks, sehingga sulit dihentikan sepenuhnya.

Meski memiliki kecepatan rendah dan sering ditembak jatuh, sejumlah drone tetap berhasil menembus sistem pertahanan udara.

Pada Senin, serangan drone memicu kebakaran di dekat Bandara Internasional Dubai dan kawasan industri Fujairah di UEA. Sirene juga terdengar di Israel bagian tengah akibat serangan rudal Iran.

Selat Hormuz Terancam, Ekonomi Global Terguncang

Ketegangan juga berdampak pada jalur pelayaran global. Di Selat Hormuz, ratusan kapal dilaporkan tertahan karena kekhawatiran serangan.

Halaman:

Terkini