berita

Warga Binaan Lapas Cibinong Olah Sampah Plastik Jadi Bernilai Ekonomi

Selasa, 17 Maret 2026 | 00:57 WIB
Warga Binaan Lapas Cibinong Olah Sampah Plastik Jadi Bernilai Ekonomi

BOGOR, MAHATVA.ID – Sampah plastik yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah tak bernilai kini justru menjadi sumber peluang ekonomi di balik tembok Lapas Kelas IIA Cibinong.

Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pengolahan dan daur ulang sampah plastik yang dilaksanakan di Kebun Inovasi Lapas Cibinong, Senin (16/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari upaya Lapas Cibinong dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Warga Binaan Dilibatkan dalam Proses Daur Ulang

Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlebih dahulu melakukan pemilahan sampah plastik berdasarkan jenisnya. Tahapan ini menjadi langkah penting agar proses pengolahan berjalan optimal dan menghasilkan bahan daur ulang yang berkualitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu inovasi pembinaan yang dikembangkan untuk menciptakan kegiatan produktif bagi warga binaan.

“Melalui program daur ulang sampah plastik ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang bermanfaat. Selain mendukung upaya pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan bagi warga binaan serta menumbuhkan semangat produktif agar mereka memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi di masyarakat,” ujar Wisnu.

Proses Pengolahan Melalui Beberapa Tahapan

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cibinong, Nu'man Fauzi, selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa pengolahan sampah plastik dilakukan melalui beberapa tahapan teknis yang melibatkan langsung warga binaan.

“Pertama, warga binaan melakukan pemilahan sampah plastik sesuai jenisnya. Setelah itu plastik dimasukkan ke mesin pencacah hingga menjadi serpihan kecil. Serpihan tersebut kemudian dicuci untuk menghilangkan kotoran, lalu dikeringkan agar kualitasnya tetap baik sebelum dimasukkan ke dalam karung dan ditimbang untuk disalurkan kepada pihak ketiga yang bekerja sama dengan Lapas,” jelasnya.

Hasil dari proses tersebut berupa serpihan plastik bersih yang kemudian dikemas dalam karung dan ditimbang sesuai jumlahnya. Selanjutnya, hasil daur ulang tersebut dijual kepada pihak ketiga yang telah menjalin kerja sama dengan Lapas Cibinong.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa kegiatan pembinaan memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi warga binaan dalam proses produksi hingga distribusi.

Warga Binaan Dapat Keterampilan Baru

Salah satu warga binaan berinisial H mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat.

“Kami merasa senang karena di sini tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga diajarkan keterampilan yang bisa berguna nanti ketika kembali ke masyarakat. Dari kegiatan ini kami belajar bagaimana mengolah sampah plastik hingga memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Melalui program ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai kini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan. Selain membantu mengurangi dampak limbah plastik terhadap lingkungan lapas, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para warga binaan.

Terkini