berita

SKK Migas: Perubahan Skema NGL–LPG Tambah Lifting Minyak 10.165 BOPD, Produksi Migas Nasional Diproyeksi Meningkat

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:32 WIB
SKK Migas: Perubahan Skema NGL–LPG Tambah Lifting Minyak 10.165 BOPD, Produksi Migas Nasional Diproyeksi Meningkat

Jakarta, MAHATVA.ID – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan kabar positif bagi sektor energi nasional setelah ditandatanganinya perjanjian perubahan skema jual beli NGL–LPG dari skema hilir menjadi skema hulu oleh para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan perusahaan pembeli.

Penandatanganan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi energi nasional, khususnya lifting minyak Indonesia. Dengan perubahan skema tersebut, lifting minyak nasional diproyeksikan bertambah sekitar 10.165 barel oil per day (BOPD) mulai Maret 2026.

Sejumlah pimpinan perusahaan migas hadir dalam penandatanganan tersebut, di antaranya Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Rokan Muhammad Arifin, Presiden Direktur Pertamina EP Cepu Ruby Mulyawan, Presiden Direktur Pertamina EP Rachmat Hidayat, Presiden Direktur Petronas Indonesia Yusaini, serta Direktur Pertamina West Madura Offshore Sofian Arsyad.

Selain itu, sejumlah perusahaan pembeli juga turut menandatangani perjanjian tersebut, di antaranya PT ESSA Industries Indonesia dan PT Asynergy.

Dorong Produksi LPG Dalam Negeri

Djoko menjelaskan bahwa gas yang keluar dari sumur migas sebagian menghasilkan kondensat yang tercatat sebagai bagian dari lifting minyak. Selain itu, kandungan gas C3 dan C4 (propana dan butana) dapat diolah menjadi LPG dalam kondisi temperatur dan tekanan tertentu sesuai standar industri migas internasional.

Dengan perubahan skema tersebut, diharapkan para KKKS dan investor dapat lebih terdorong untuk membangun fasilitas produksi LPG dalam negeri sehingga mampu meningkatkan pasokan energi nasional.

Pabrik LPG Baru Segera Beroperasi

SKK Migas juga mengungkapkan bahwa setelah Lebaran 2026 akan diresmikan dua pabrik LPG baru, salah satunya di Cilamaya, Jawa Barat yang dibangun oleh PT Energy Nusantara Parahyangan dengan sumber bahan baku dari lapangan ONWJ (Offshore North West Java) milik Pertamina.

Sementara itu, pabrik LPG lain juga dibangun di Jawa Timur oleh PT SAG yang memanfaatkan sumber gas dari lapangan milik Pertamina EP.

Kedua pabrik tersebut diproyeksikan menambah produksi sekitar 3.000 BOPD LPG dan kondensat.

Produksi Migas Nasional Diproyeksi Bertambah

Selain proyek LPG, sejumlah lapangan migas juga dijadwalkan mulai beroperasi dalam waktu dekat, di antaranya:

  • Lapangan Sisi Nubi AOI milik Pertamina Hulu Mahakam – 120 MMSCFD

  • Lapangan ONWJ O-OOX – 3.000 BOPD

  • Lapangan Gas Wain – 6 MMSCFD

  • Lapangan Tomori Selatan – 2.800 BOPD dan 120 MMSCFD

Halaman:

Terkini