berita

Reaktivasi Sumur Banyu Urip B-04 Berhasil, Produksi Minyak Capai 4.500 BOPD

Jumat, 6 Maret 2026 | 16:52 WIB
Reaktivasi Sumur Banyu Urip B-04 Berhasil, Produksi Minyak Capai 4.500 BOPD

MAHATVA.ID – Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan keberhasilan reaktivasi sumur idle di Lapangan Banyu Urip yang mampu meningkatkan produksi minyak nasional.

Kepala **SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa sumur idle ketiga yang berhasil diaktifkan kembali adalah Sumur Banyu Urip B-04. Setelah dilakukan pengetesan, sumur tersebut mampu menghasilkan produksi minyak berkisar 3.100 hingga 4.500 barel per hari (BOPD).

Teknologi Gas Shut Off Tingkatkan Produksi

Keberhasilan reaktivasi sumur ini tidak lepas dari penggunaan teknologi Gas Shut Off (GSO) untuk menghentikan aliran gas yang menghambat produksi minyak.

Teknologi tersebut menggunakan bahan kimia yang diproduksi oleh perusahaan jasa energi global Halliburton, dengan formula khusus yang dikembangkan oleh ExxonMobil.

Bahan kimia tersebut dipompakan atau diinjeksikan ke dalam sumur hingga masuk ke lubang perforasi dan reservoir minyak. Setelah itu, bahan tersebut bereaksi dengan gas pada dinding batuan reservoir.

Reaksi kimia tersebut mampu menyumbat atau menahan aliran gas di porositas batuan, sehingga gas tidak lagi masuk ke lubang sumur. Dengan demikian, minyak dapat mengalir lebih leluasa dari reservoir menuju lubang sumur, sehingga meningkatkan produksi.

Operasi Tanpa Rig, Lebih Cepat dan Efisien

Menariknya, operasi Gas Shut Off (GSO) ini tidak menggunakan rig pengeboran konvensional. Proses intervensi dilakukan menggunakan Coil Tubing Unit, sehingga operasi dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan tetap aman.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi di Lapangan Banyu Urip yang dioperasikan oleh ExxonMobil bersama mitra nasional seperti Pertamina serta dukungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Target Reaktivasi 11 Sumur Idle Lainnya

Saat ini tercatat terdapat 14 sumur idle di Lapangan Banyu Urip. Dengan keberhasilan ini, tiga sumur telah berhasil direaktivasi.

SKK Migas menargetkan 11 sumur idle lainnya dapat segera diaktifkan kembali melalui strategi Gas Shut Off (GSO) maupun Water Shut Off (WSO).

Jika seluruh sumur tersebut dapat kembali berproduksi optimal, kontribusi terhadap lifting minyak nasional diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

“Mohon doa agar 11 sumur lainnya dapat segera diaktifkan kembali dan menghasilkan produksi yang signifikan,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.

Terkini